(+62 22) 456 789
febi@uinsgd.ac.id
08:00 - 16:00 WIB

Akademisi Minta Program Bagi Anak Ayam Oded Ditingkatkan

Sempat dicibir sejumlah pihak, akademisi berbalik dan meminta program bagi-bagi anak ayam bagi pelajar di Kota Bandung ditingkatkan dan berkelanjutan. Mereka punya alasan sendiri.

Sekretaris Jurusan Manajemen UIN SGD Bandung, Lilis Sulastri, berharap Pemkot Bandung mengembangkan program pembagian anak ayam ini. UIN SGD Bandung adalah perguruan tinggi yang digandeng Pemkot Bandung menjadi mitra strategis.

“Kita berharap ini menjadi program berkelanjutan dan semakin jelas skala parameternya. Ini kan baru program sampling saja, jadi ke depannya kalau sudah terdistribusi semuanya, hasilnya lebih terukur lagi,” ucapnya di Bandung, Selasa (24/12/2019).

Kelak, ia pun akan melibatkan pihak lain untuk menyusun instrumen pengukuran program. Karena pelaksanaannya lintas sektor, isu ini juga bisa dimonitor dari berbagai sisi.

“Tidak hanya dengan UIN saja saya kira, nanti bisa melibatkan perguruan tinggi yang lainnya,” katanya.

Pada perkembangannya, UIN SGD juga tidak akan sekadar mengukur dampak program terhadap anak. Lingkungan sekitar anak pun akan menjadi objek kajian.

“Sebenarnya tidak hanya untuk anak tapi juga untuk lingkungan terdekatnya. Orang tuanya juga harus ikut mengawasi,. Nanti ada indikatornya. Termasuk untuk lingkungan di sekolahnya dan teman-temannya. Karena ada juga sifatnya grouping, ada yang individual,” bebernya.

UIN SGD berkolaborasi dengan Bandung Economic Empowerment Center (BEEC) mengembangkan aplikasi untuk memantau perkembangan program tersebut. Mulai dari efektivitas maupun dampak program bagi tumbuh kembang anak. Aplikasi tersebut bisa menunjukkan sejauh mana program tersebut bisa berdampak pada sasarannya.

Lilis Sulastri mengaku telah menerjunkan 30 orang mahasiswa ke lapangan untuk memantau dan mendata perkembangan program itu ke sekolah dan ke rumah para siswa. Memasuki pekan kelima program ini dilaksanakan, Lilis melihat ada perkembangan positif dari program tersebut.

“Ada dua hal yang kita lakukan di lapangan untuk membantu program ini. Pertama melihat bagaimana efektivitas dari pemeliharaan ayam. Kemudian yang kedua dilihat dari sisi nilai karakter, karakter pendidikan,” jelas Lilis.

Menurut Lilis, program ini bisa dikaji dari berbagai cabang keilmuan, mulai dari biologi hingga psikologi perkembangan. Program yang menurutnya menarik karena sangat orisinal ini bisa membuka kajian baru dalam cabang-cabang ilmu tersebut. (okky adiana)

Sumber, Inilahkoran 24 Dec 2019, 18:30

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x
%d blogger menyukai ini: